Senin, 24 Desember 2012

6 Kebutuhan Manusia yang Mempengaruhi Dunia Marketing

Sabtu, 22 Desember 2012 08:16 wib
Tung Desem Waringin. Foto: tdwclub
Tung Desem Waringin. Foto: tdwclub
Ada enam kebutuhan manusia yang paling penting yang dapat membangkitkan keinginan seseorang untuk melakukan suatu tindakan, mengambil keputusan hingga melakukan pembelian. Anda harus mempelajari enam kebutuhan manusia tersebut sehingga dapat melakukan strategi marketing yang tepat dan banyak orang yang melakukan pembelian.

Enam kebutuhan manusia yang harus Anda pelajari dan pahami, yaitu:

1. Manusia Membutuhkan Kepastian dan KenyamananDalam setiap segi kehidupan, manusia membutuhkan kepastian dan kenyamanan termasuk dalam membeli suatu barang atau jasa. Maka sebagai pebisnis, Anda dapat menerapkan prinsip kebutuhan tersebut dengan cara memberikan garansi uang kembali jika pembeli tidak puas dengan barang atau jasa yang dibelinya.

Selain itu, Anda membuat display yang menarik plus penawaran yang sensasional agar produk dengan harga jauh lebih mahal tetapi dibeli karena mengandung faktor kepastian dan kenyamanan.

2. Manusia Membutuhkan Variasi atau KetidakpastianAnda bisa membuat suatu produk atau jasa yang berbeda dari yang lainnya agar konsumen tidak cepat bosan dengan produk yang Anda jual.

3. Manusia Membutuhkan Kebutuhan akan Kesamaan, Love, Connection, atau RelationshipJika dalam iklan, Anda menuliskan "Ini adalah produk terlaris" maka ada kecenderungan orang lain untuk ikut-ikutan. Hal ini paling tepat untuk tipe orang yang bingung dalam mengambil keputusan maka dengan iklan tersebut, mereka akan lebih mudah mengambil keputusan.

4. Manusia Membutuhkan Sesuatu yang Eksklusif atau Berbeda
Anda dapat melakukan penawaran dengan memberikan info bahwa produk yang Anda jual adalah produk terbatas sehingga harganya bisa dipatok lebih tinggi. Walaupun harga dipatok lebih tinggi atau mahal, banyak orang berani untuk membeli produk tersebut karena mereka ingin terlihat berbeda dari orang lain.

5. Manusia Membutuhkan Sesuatu untuk Menjadi Lebih Baik
Misalnya, Anda bisa membuat iklan seperti ini: "Sudah saatnya Anda mengganti mobil dengan yang lebih baik.” Dengan membeli mobil yang lebih baik, seseorang akan merasa tingkat kehidupannya semakin membaik.

6. Manusia Membutuhkan Rasa Berarti (Bermakna) dalam Hidupnya
Hal ini bisa diwujudkan dalam bentuk memberi sumbangan kepada orang lain. Contoh iklan yang bisa digunakan untuk hal ini adalah: "Dengan membeli produk ini, berarti Anda sudah turut menyumbang fakir miskin dan korban bencana alam."

Semoga bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat! (//ade)

Tips Meningkatkan Penjualan Tanpa Mengeluarkan Biaya Tambahan

Sabtu, 8 Desember 2012 08:36 wib
Tung Desem Waringin. Foto: tdwclub
Tung Desem Waringin. Foto: tdwclub
HASIL yang sangat berbeda dapat diberikan hanya oleh perbedaan headline sebuah iklan. Sering kali terjadi banyak perusahaan pemasang iklan mencantumkan nama perusahaan sebagai headline-nya. Hasilnya adalah banyak orang yang akan mengabaikan iklan tersebut karena nama perusahaan dirasa tidak memberikan keuntungan untuk para calon konsumen.

Oleh sebab itu, seharusnya headline suatu iklan adalah suatu hal yang paling menguntungkan bagi para calon konsumen atau para konsumen. Boleh saja menggunakan headline dengan nama perusahaan tetapi dengan huruf yang lebih kecil, kemudian penawarannya dengan huruf lebih besar.

Banyak perusahaan melakukan aktivitas periklanannya dengan memberikan sensational offer yang luar biasa namun merupakan “partai rugi”. Itu adalah bentuk kelemahan yang cukup serius, yang akan berdampak kurang baik dalam peningkatan produktivitas perusahaan.

Meskipun perusahaan memberikan sensational offer, janganlah sampai merugi. Perusahaan tetap harus untung meskipun hanya dalam jumlah kecil. (Bisa dengan melakukan cross-selling, rugi di depan tapi untung secara keseluruhan. Dan hal itu harus selalu diukur).

Memberikan sensational offer harus berlandaskan pada prinsip keuntungan, yaitu aktivitasnya harus tetap mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Seandainya kita ingin merevolusi kegiatan marketing sebuah perusahaan, satu hal yang perlu kita perhatikan dengan saksama adalah kekuatan headline iklan yang kita buat.

Bahkan, dalam buku The One Minute Millionare karangan Mark Victor Hansen & Robert G Allen, dicontohkan bahwa ada perusahaan musik besar di Amerika membuat iklan hanya dengan perbedaan satu huruf pada headline-nya ternyata bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik dengan perbandingannya 1:8. Headline iklan tersebut adalah:
"Put Music into Your Life""Puts Music into Your Life"

Hanya dengan menambahkan satu huruf "s" pada kata kerja "put", hal ini mampu menghasilkan omzet delapan kali lebih besar karena dianggap sangat sensitif.

Ketika membuat iklan, kita harus sungguh-sungguh memerhatikan headline-nya. Ingat, aktivitasnya harus selalu dites dan diukur. Jauh lebih baik apabila headline iklan mengandung sensational offer produk yang ditawarkan, bukan menuliskan nama perusahaan kita.

Bagian paling atas harus lebih dulu memuat keuntungan yang akan diterima oleh para calon konsumen. Hal itu dimaksudkan agar mereka membaca lebih dulu headline iklan tersebut. Selanjutnya, di bagian bawahnya dapat dicantumkan informasi yang mendorong seseorang untuk segera bertindak. Menurut survei (uji pasar/tes market), prinsip "show me the money" benar-benar lebih mendatangkan hasil.

Maka agar iklan menghasilkan, perusahaan harus berani mengubah headline yang tidak menghasilkan, melakukan tes dan ukur agar tidak banyak uang yang terbuang sia-sia.Semoga bermanfaat. Saya Tung Desem Waringin mengucapkan salam dahsyat!